ACEH JAYA – Kebakaran hutan dan lahan tidak selalu bermula dari peristiwa besar. Aktivitas membuka atau membersihkan lahan dengan menggunakan api dapat menjadi pemicu kebakaran yang sulit dikendalikan ketika menjalar ke kawasan sekitarnya. Risiko tersebut menjadi perhatian Babinsa Koramil 06/Teunom dan Posramil Pasie Raya Kodim 0114/Aceh Jaya, Sertu Samsul Hadi dan Sertu Hasan, saat melaksanakan komunikasi sosial sekaligus sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama masyarakat, Rabu (04/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua Babinsa mengajak warga meninggalkan kebiasaan membakar ketika membuka maupun membersihkan lahan perkebunan dan pertanian. Penggunaan api yang tidak terkendali berpotensi menyebabkan kebakaran meluas, terutama apabila menjangkau semak belukar, pepohonan, serta vegetasi yang mudah terbakar. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Persoalan Karhutla juga perlu dilihat dari dampak yang ditimbulkan setelah kebakaran terjadi. Asap dapat mengganggu kesehatan, sementara kerusakan lahan berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi warga yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian dan perkebunan. Karena itu, pencegahan sejak awal jauh lebih penting dibandingkan menunggu api membesar dan membutuhkan penanganan yang lebih sulit. Masyarakat diingatkan agar lebih berhati-hati dalam menggunakan sumber api serta tidak melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan apa pun.
Komsos tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Babinsa untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai tanggung jawab menjaga lingkungan. Warga diharapkan tidak hanya memperhatikan lahan milik sendiri, tetapi juga peduli terhadap kondisi kawasan di sekitarnya. Apabila menemukan kepulan asap atau titik api, masyarakat perlu segera menyampaikan informasi kepada aparat desa, Babinsa, maupun petugas terkait agar dapat ditindaklanjuti lebih cepat. Keterlibatan warga dalam pengawasan lingkungan menjadi unsur penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan wilayah tempat mereka beraktivitas.
Melalui sosialisasi tersebut, Sertu Samsul Hadi dan Sertu Hasan mendorong masyarakat agar menjadikan pencegahan Karhutla sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Kesadaran untuk tidak membakar lahan, mengenali potensi bahaya, dan segera melaporkan indikasi kebakaran merupakan langkah yang dapat mengurangi risiko bencana. Upaya menjaga lingkungan membutuhkan kepedulian yang terus dipelihara, sebab satu tindakan pencegahan di tingkat masyarakat dapat membantu melindungi kawasan yang lebih luas dari ancaman kebakaran.(0114).
