SUKOHARJO – Di Desa Parangjoro, tumpukan batu pada pagi hari dirangkai menjadi dinding pelindung sawah.
Pengerjaan berlangsung kolektif: ada yang mengangkat batu, ada yang meratakan adukan, dan ada yang menjaga kerapian susunan talud.
Pada Senin (3/8/2026), meskipun panas, semangat kerja tetap ada; anggota Satgas mengatakan setiap pekerjaan dilaksanakan sungguh-sungguh karena talud akan melindungi sawah dari aliran saat hujan deras.
Masyarakat menilai talud lebih dari sekadar batu dan semen; keberadaan struktur itu memberikan rasa aman dan memperkuat keyakinan atas perlindungan hasil tani mereka.
Talud yang kini berdiri di persawahan Parangjoro menunjukkan bahwa pembangunan bersama meninggalkan manfaat yang bertahan lama.
(Red/Cn)
